Setelah kawasan Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang ditangani, Pemkot kini melanjutkan pekerjaan di wilayah lain.
Beberapa titik yang masuk perhatian antara lain Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, dan Rungkut.
Dukuh Kupang menjadi salah satu contoh kawasan yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Berdasarkan cerita warga, genangan di wilayah tersebut sudah berlangsung hampir enam dekade.
Eri menyebut kawasan itu kini telah tertangani dan pekerjaan berlanjut ke titik-titik berikutnya.
“Dulu kami selesaikan dulu yang di Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang. Di Dukuh Kupang, menurut cerita warga, genangannya sudah terjadi hampir 60 tahun. Alhamdulillah, kawasan itu sudah tertangani. Sekarang kami melanjutkan penanganan di titik-titik lain, seperti Margorejo, depan Ubaya, AWS, Tanjungsari, dan Simokalangan,” ujarnya.
Namun, penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan rumah pompa. Kondisi saluran air di lingkungan permukiman juga menentukan kelancaran aliran menuju sungai.
Karena itu, pembenahan saluran dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur utama.












