DPRD Jatim

Cahyo Harjo: Sumpah Pemuda Harus Mendorong Inovasi dan Kemandirian Generasi Muda

×

Cahyo Harjo: Sumpah Pemuda Harus Mendorong Inovasi dan Kemandirian Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Cahyo
Anggota DPRD Provinsi Jatim, Cahyo Harjo Prakoso.

Ia memandang kewirausahaan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian.

Anak muda tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai pencari kerja, tetapi juga perlu memperoleh dukungan agar mampu menciptakan usaha, mengembangkan ekonomi kreatif, dan membuka peluang bagi orang lain.

Selain itu, Cahyo juga menekankan bahwa kontribusi pemuda tidak terbatas pada sektor pendidikan dan ekonomi.

Generasi muda perlu mendapat ruang lebih luas untuk terlibat dalam kegiatan sosial, menyampaikan gagasan pembangunan, serta memperkuat kehidupan demokrasi.

“Yang tidak kalah penting selanjutnya adalah tentu kami sebagai partai politik juga ingin terus memperluas ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan sosial dan demokrasi,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan pemuda harus menjangkau berbagai bidang yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, termasuk literasi digital, perlindungan sosial, lingkungan, dan kebudayaan lokal.

“Kami ingin semakin banyak pemuda yang terlibat dalam kegiatan atau tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga gagasan-gagasan pembangunan, perlindungan sosial kita, gagasan-gagasan membangun demokrasi dan politik yang sehat, juga penguatan literasi digital, gerakan cinta lingkungan, maupun menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal,” tuturnya.

Dalam pandangannya, memperluas partisipasi berarti memberi kesempatan kepada anak muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus ikut mengambil peran dalam proses pembangunan.

Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi sasaran program pemerintah, tetapi juga bagian dari pihak yang ikut menentukan arah perubahan.

Sebagai bagian dari legislatif, Cahyo menyebut fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat digunakan untuk mendorong pemerintah provinsi maupun kota membangun kebijakan kepemudaan yang inklusif, terintegrasi, dan terukur.

“Kami menggunakan semua fungsi kami, baik dari sisi legislasi, budgeting, dan pengawasan untuk mendorong pemerintah provinsi maupun kota membangun kebijakan pembangunan pemuda yang inklusif, terintegrasi, terukur, dan tentu berorientasi pada outcome, hasil nyata bagi masyarakat,” katanya.

Hal itu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pemuda tidak semestinya hanya diukur dari jumlah program atau kegiatan yang diselenggarakan.

Yang lebih penting adalah dampaknya: apakah pendidikan semakin relevan, apakah peluang ekonomi bertambah, dan apakah anak muda memiliki ruang yang lebih luas untuk berkontribusi.

Bagi Cahyo, agenda tersebut berkaitan langsung dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Target itu, menurut dia, perlu diwujudkan melalui upaya nyata untuk membangun generasi yang mandiri, berkarakter, dan mampu mengambil peran dalam kehidupan bangsa.

“Ini semua akan kami dorong agar kita betul-betul bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya sekedar slogan, tetapi betul-betul melahirkan generasi muda atau masyarakat yang berdaulat, berdikari, dan berkarakter, berkepribadian sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa kita,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *