Di tengah persaingan dan ekspektasi yang muncul, Rara mengaku memilih untuk tampil dengan mental tanpa beban sekaligus percaya diri.
“Saya berangkat dengan mental nothing to lose dan percaya diri. Prinsip saya, jika memang pantas dan rezeki, biarlah saya menjemput takdir yang sudah dituliskan malam itu,” ungkapnya.
Tak hanya membawa misi sosial, Rara juga menyiapkan program yang berfokus pada pengenalan Surabaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Salah satunya melalui Tutur Suroboyo, program story telling digital dengan konten bilingual maupun multibahasa.
Program tersebut akan mengangkat sejarah dan kebudayaan Surabaya dengan kemasan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Rara juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas sejarah, bahasa, dan pemuda.
“Garis besarnya adalah Surabaya, lokal budayanya, global ceritanya. Kami akan berkolaborasi dengan komunitas sejarah, bahasa, dan pemuda agar Surabaya tidak hanya dikenal, tapi diceritakan langsung oleh generasi mudanya,” jelasnya.



