Surabaya, CakrawalaNews.co – Batik tak lagi harus identik dengan kesan klasik dan pakaian formal orang tua.
Pesan itu muncul dalam peragaan busana yang diperagakan Jalasenastri dalam rangka Hari Batik Nasional (HBN) 2026.
Perwakilan Jalasenastri, Ny. Vanda Ariyo yang kesehariannya bekerja sebagai dokter di RSPAL dr Ramelan Surabaya, menjadi salah satu peragawati yang memperkenalkan koleksi hijab dari designer Fera Muhammad Ali KASAL dan Batik Dahayu karya designer Lilia Dwi Cahyo, pengurus Jalasenastri Pusat juga busana dari Danar Hadi.
Di balik penampilan anggun di atas panggung, Vanda mengaku bersama teman-teman peragawati Jalasenastri harus menjalani latihan cukup intensif.
Mereka bahkan berlatih menggunakan sepatu hak tinggi 12 sampai 14 sentimeter untuk membentuk formasi dan membiasakan diri berjalan di atas panggung.
Tantangan lainnya adalah karena sebagian besar peragawati Jalasenastri bukan model profesional.
Vanda menjelaskan Ia harus berlatih cara berjalan, berpose hingga memainkan selendang agar penampilan tetap terlihat luwes.





