Mulai dari usaha penyediaan telur, penjualan parfum dan deodoran, hingga pemutaran film dengan konsep layar tancap atau misbar (gerimis bubar).
Sejumlah kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk.
Eri berharap, kegiatan positif di tingkat kampung dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu generasi muda mengembangkan potensi diri.
Dengan begitu, anak muda punya ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan.
Menurutnya, pemerintah perlu berjalan bersama generasi muda untuk menyiapkan masa depan Surabaya.
Penguatan peran pemuda diharapkan tidak hanya mendorong pembangunan, tetapi juga menjaga keamanan, persatuan, dan kehidupan sosial yang lebih baik. (*)



