Selain itu, transparansi terkait harga sewa stan juga menjadi perhatian.
Budi menilai aset pasar milik pemerintah semestinya dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat, bukan justru menjadi aset yang mangkrak.
“Kalau pasar ini punya aset, saya yakin, mesti untung. Ga mungkin, apalagi itu pasar itu jalan,” tegas Politisi PDI Perjuangan ini.
Budi juga mendorong adanya perubahan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BUMD pengelola pasar.
Ia berharap pimpinan yang nantinya terpilih memiliki kemampuan bisnis dan strategi untuk menghidupkan kembali pasar-pasar yang sepi, sekaligus memperkuat pengawasan agar tidak muncul kembali persoalan pengelolaan aset dan transaksi yang tidak transparan.
“Kalau memang Oktober ini belum selesai kita mencoba. Nanti saya coba ngomong sama teman-teman komisi untuk melakukan sidak di sana. Karena kalau ngomong pembangunan itu kan jelasnya Komisi C ya. Tetapi kalau dikerjakan oleh komisi B pasar sendiri, targetnya untuk pembiayaan, penyertaan model, kita bisa masuk mengawasi,” pungkasnya. (*)




