Harjo menilai peningkatan kompetensi dosen semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakter mahasiswa.
Dosen tidak lagi cukup hanya menguasai materi akademik, tetapi juga perlu mampu membangun interaksi, mendorong daya kritis, serta membimbing mahasiswa dalam memecahkan persoalan.
“Mahasiswa jaman saat ini memiliki cara memperoleh informasi dan memahami pengetahuan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan bagi dosen untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan persoalan,” jelas Harjo.
Melalui PEKERTI, pihaknya ingin mendorong dosen agar semakin terampil mengelola pembelajaran.
Ketika kualitas pengajaran meningkat, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh mahasiswa, termasuk di perguruan tinggi asal para peserta.
Selain meningkatkan keterampilan mengajar, pelatihan lintas perguruan tinggi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran.
Pertemuan dosen dengan latar belakang keilmuan dan institusi berbeda dapat memperkaya perspektif dalam mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan PEKERTI dan AA, Untag Surabaya diharapkan terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan tinggi.











