Para pedagang unggas maupun pedagang lainnya pernah menyampaikan aspirasi langsung kepada Komisi B setelah diminta meninggalkan lokasi pembangunan.
Ia menjelaskan, para pedagang ketika itu diarahkan untuk berjualan sementara di TPS.
Namun, persoalan kemudian muncul karena proses lelang pembangunan tidak kunjung mendapatkan pemenang sehingga para pedagang harus cukup lama bertahan di luar pasar.
Kini, kondisi bangunan yang terlihat hampir rampung membuat DPRD ingin memastikan proyek tersebut benar-benar siap digunakan, bukan hanya selesai secara fisik.
“Sekarang ini kami lihat secara sekilas pasar itu sudah selesai dibangun. Jadi kami akan undang Perseroda Pasar Surya untuk mengajak bicara apakah ada kendala, sudah berapa persen, disitu nanti kita tahu progressnya,” ujar Machmud.
Tak hanya mengecek progres konstruksi, Komisi B juga akan melihat sejumlah aspek lain yang berkaitan dengan pengoperasian pasar. Mulai dari kesiapan pedagang untuk kembali masuk, aspek analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga kondisi lalu lintas di sekitar kawasan pasar.
“Kalau tidak salah proyek pembangunan Pasar Keputran Selatan anggarannya dari Rp11 menjadi Rp9 miliar. Kita lihat apakah cocok dengan anggaranya,” beber politisi Partai Demokrat Kota Surabaya ini.
Machmud mengaku pihaknya belum mengetahui secara detail kondisi bagian dalam pasar.













