Anggaran infrastruktur tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan.
Di antaranya penanganan dan pencegahan banjir, pemerataan pelayanan, kelancaran mobilitas, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
Besarnya porsi tersebut membuat sektor infrastruktur menjadi salah satu bagian utama dalam rancangan belanja Surabaya 2027.
Namun, arah pembangunannya tidak seluruhnya diterjemahkan melalui proyek strategis baru.
Lilik menyebut Pemkot Surabaya tetap menjaga pemerataan pembangunan, termasuk di kawasan Surabaya Timur.
Namun, pengembangan strategis di kawasan tersebut masih menghadapi persoalan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dari pengembang.













