“Figur dari tokoh-tokoh partai politik, calon-calon dari partai politik itu lebih cenderung menjadi alasan publik untuk memilih partai politik, karena kecenderungan dari caleg-calegnya,” ujar Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, yang disiarkan secara daring di Poltracking TV, Rabu, 23 September 2026.
Menurutnya, preferensi terhadap figur calon menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika membaca perilaku pemilih dalam pemilu legislatif.
Survei tersebut juga menemukan rendahnya kedekatan masyarakat dengan partai politik.
Sebanyak 66,8 persen responden mengaku tidak merasa dekat dengan partai politik. Hanya 12,3 persen yang menyatakan merasa dekat.





