“Ini yang sekarang kita lebih dorong untuk lebih menseriusi, misalkan punya dasar legal, sudah berbentuk CV atau berbentuk PT. Misalkan begitu, memiliki rekening yang tetap,” jelasnya.
Menurut Denny, penguatan tersebut diharapkan membuat usaha yang dirintis mahasiswa memiliki peluang untuk berkembang dan pada akhirnya mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Penciptaan justru creating employability. Kecil-kecil usaha mereka, tetapi mudah-mudahan mereka ini bisa membantu rekan-rekan lain yang untuk kebutuhan kerja,” tuturnya.
Tak hanya entrepreneurship, UC juga memperkuat aspek employability atau kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
Salah satunya melalui program internship yang dinilai menjadi pintu gerbang penting sebelum mahasiswa benar-benar masuk ke dunia profesional.
Ia mengatakan UC memanfaatkan jaringan Grup Ciputra untuk memberikan akses magang yang lebih kuat bagi mahasiswa.
Program tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar menjalani formalitas magang, tetapi memperoleh pengalaman kerja yang relevan.
“Justru magang itu penting sekali untuk pintu gerbang dia. Maka tadi disampaikan, ‘Get hired before graduation’. Melalui magang ini,” katanya.
Sementara itu, Rektor UC Prof Wirawan E.D Radianto menjelaskan menyebut hasil survei terakhir menunjukkan tiga dari lima lulusan pada 2025 memilih jalur entrepreneurship.
Dua lulusan lainnya disebut melanjutkan studi atau masuk ke jalur profesional.






