Apalagi secara statistik permainan, Persebaya sebenarnya memiliki cukup banyak kesempatan untuk mengunci pertandingan.
“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” kata Coach Tavares.
Persebaya akhirnya hanya membawa pulang satu poin.
Situasi ini membuat efektivitas pemain bertahan ikut menyerang perlu dilihat dari dua sisi.
Pemain belakang yang ikut naik memang bisa menambah ancaman.
Namun, komposisi pemain yang tetap berada di belakang juga perlu dipastikan. Terutama menjaga fokus agar strategi bertahan tidak luput dari rencana.
Sebab, ketika serangan tidak berbuah gol, tugas berikutnya adalah memastikan lawan tidak mendapatkan ruang untuk membalas.
Di titik ini keseimbangan lini belakang menjadi pekerjaan rumah (PR) Persebaya pada pertandingan berikutnya. (*)













