“Terima kasih juga kepada para seniman yang sudah menampilkan karya terbagusnya, semoga bisa memberikan pencerahan bagi yang melihat karya-karyanya,” ujar Rambat.
Sementara itu, Kurator ARTSUBS 2026, Nirwan Dewanto, melihat pameran seni kontemporer tidak berhenti pada persoalan menikmati karya secara visual.
Menurutnya, seni juga dapat menjadi ruang untuk merenung, berefleksi, sekaligus memperoleh hiburan yang merangsang cara berpikir publik.
Nirwan menyebut seni kontemporer sebagai bentuk hiburan intelektual yang dapat mengajak masyarakat merespons perubahan di tengah perkembangan teknologi informasi.
“ARTSUBS ini mewadahi berbagai spektrum karya, mulai dari lukisan, patung dengan material non-konvensional, expanded painting, karya interaktif, hingga instalasi anti-arsitektur dari para arsitek. Mengingat Surabaya dikenal dengan skala kotanya yang megah (gigantik), ARTSUBS hadir menjawab potensi kebudayaan kota yang sejajar dengan statusnya sebagai pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia,” kata Nirwan.
Menurut Nirwan, keberadaan ARTSUBS juga diarahkan untuk memperkuat posisi Surabaya dalam jejaring seni rupa dan kebudayaan kontemporer di Indonesia.
Pameran tersebut sekaligus melibatkan seniman dan tim teknis yang bekerja di balik penyelenggaraan.













