Raspberry Shake tersebut dapat merekam getaran mulai dari gempa skala kecil hingga gempa kuat.
Perangkat ini juga dilengkapi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan mampu merekam data secara instan tanpa jeda.
Secara ideal, kebutuhan pemantauan Surabaya mencapai sekitar 14 stasiun pemancar agar seluruh wilayah dapat terjangkau.
Namun, Pemkot Surabaya memprioritaskan pemasangan 4 hingga 5 unit terlebih dahulu pada tahap awal.
“Pemasangan akan diutamakan berada di ruang-ruang publik atau perkantoran yang memiliki jaringan internet stabil,” kata Irvan.
Pemasangan alat tersebut juga diarahkan untuk membangun sistem pemantauan yang dapat mendukung peringatan dini.
Data yang terekam nantinya direncanakan terhubung dengan pusat kendali Command Center 112.
“Dengan pemasangan alat ini, kami juga ingin membangun sistem peringatan dini melalui pemantauan harian yang nantinya akan diintegrasikan dengan pusat kendali, Command Center 112,” imbuhnya.
Irvan mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi bencana sekaligus upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.













