Dekan FIKes UMAHA Dr. Evy Ratnasari Ekawati, S.Si., M.Si., menyebut sertifikasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan kesehatan, khususnya di Program Studi D3 TLM.
“ISO 21001:2025 menjadi penguatan bagi kami untuk terus memastikan bahwa proses pendidikan di Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis dilaksanakan dengan standar yang jelas, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurut Evy, pendidikan tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Sistem pembelajaran juga perlu membentuk kompetensi, profesionalisme, serta kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
“Kami ingin budaya mutu benar-benar menjadi bagian dari keseharian civitas academica. Dengan penerapan SPMI melalui siklus PPEPP dan penguatan standar pendidikan, kami berharap lulusan D3 TLM UMAHA memiliki kompetensi yang semakin baik dan mampu memberikan kontribusi di bidang kesehatan,” jelasnya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan UMAHA dalam memperkuat pendidikan tinggi, penelitian yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan tata kelola dan budaya mutu ditempatkan sebagai fondasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional.
Melalui semangat “Quality Education for a Brighter Future”, UMAHA terus mendorong penerapan budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sertifikat ISO 21001:2025 tersebut berlaku mulai 4 September 2025 hingga 3 September 2028.











