“20 sampai 30% itu kebanyakan pasien anak dengan keluhan yang sama seperti infeksi saluran pernapasan atas,” ujarnya.
Menurut Michael, kondisi anak perlu mendapat perhatian lebih karena gejala awal terkadang terlihat dari perubahan perilaku.
Anak yang tiba-tiba tidak mau makan atau minum, kemudian mengalami batuk, bersin, pilek, demam tinggi hingga tubuh semakin lemas, perlu diperhatikan oleh orang tua.
“Anak-anak yang biasanya makan seperti biasa, tahu-tahu nolak makan, ‘Aku kok enggak mau makan, enggak mau makan terus.’ Dikasih minum, juga enggak mau. Itu apa tandanya? Tandanya bahwa anak ini ada kekeringan di dalam tenggorokannya,” ujarnya.
Michael juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap semua demam sebagai influenza.
Perbedaan gejala antara influenza, ISPA dan DBD perlu dikenali, terutama ketika demam tinggi disertai kondisi tubuh yang sangat lemas.
“Kalau dia sudah lemes, panas tinggi, belum tentu ada batuk, belum tentu ada pilek, tapi dia tahu-tahu anak ini sama sekali mau bangun aja susah. Artinya ke demam berdarah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan trombosit dapat membantu memastikan kondisi pasien.
Gejala seperti perdarahan dari hidung juga dinilai perlu segera mendapatkan penanganan medis.
“Apalagi kita melihat di hidungnya itu mulai meleleh darah. Dan sekali lagi, harus segera diantisipasi. Harus diantisipasi dengan pembuktian trombositnya itu kurang dari 150.000,” katanya.



