Persoalan dana tersebut, menurut Achmad, kemudian berkaitan dengan upaya pemenuhan hak di internal partai.
Ia menyebut upaya itu pernah dilakukan bersama mendiang Adi Sutarwijono yang saat itu menjabat Ketua DPC PDIP Surabaya.
“Kami hanya ingin Hak – Hak pengurus, Kader dan Simpatisan dipenuhi dengan berbagai upaya bersama almarhum Ketua DPC PDIP Surabaya pada saat itu Adi Sutarwijono,” katanya.
Achmad berharap persoalan yang muncul dapat dilihat dengan mengedepankan kebenaran dan kejujuran.
Ia pun menutup pernyataannya dengan refleksi atas situasi yang sedang dihadapinya.
“Semoga Kebenaran dan kejujuran dari orang yang penuh khilaf ini bisa diterima,” pungkasnya. (*)













