Hebby menyebut peluang kerja tidak hanya berada di sektor industri, tetapi juga jasa, ekonomi kreatif, food and beverage (F&B), hingga pekerjaan yang berkaitan dengan media sosial.
Perubahan tersebut turut memunculkan jenis pekerjaan baru seperti talent media sosial yang menangani promosi, pembuatan konten, hingga pemasaran produk dan jasa.
“Sekarang zamannya sudah berbeda. Tidak hanya industri yang disasar, tetapi juga sektor jasa. Ada jabatan-jabatan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, tetapi sekarang bisa menjadi pekerjaan dan menghasilkan pendapatan,” ujarnya.
Pemkot Surabaya juga berencana memperluas pelaksanaan job fair agar tidak selalu terpusat dalam kegiatan berskala kota.
Job fair dapat digelar di tingkat kecamatan atau wilayah tertentu ketika terdapat kebutuhan tenaga kerja dari pelaku usaha setempat.
“Kalau memang pelaku usaha membutuhkan tenaga kerja di wilayah tertentu, kami bisa membuka job fair di sekitar wilayah tersebut. Jadi, masyarakat lebih mudah mengakses kesempatan kerja yang ada di lingkungannya,” ungkapnya.
Selain pencari kerja umum, Pemkot Surabaya menyiapkan job fair khusus penyandang disabilitas yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja yang lebih inklusif.
Hebby mengajak masyarakat memanfaatkan Mini Job Fair Surabaya Siap Kerjo dengan memilih lowongan sesuai minat, kompetensi, dan kualifikasi.
Kesempatan yang tersedia mencakup pekerjaan dalam negeri maupun peluang menjadi PMI.











