Ony menekankan bahwa penanganan krisis air yang komprehensif ini membutuhkan komitmen politik dan alokasi anggaran yang berkelanjutan di dalam APBD, bukan hanya mengandalkan anggaran tanggap bencana saat krisis terjadi.
Ia berharap sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab, DPRD, masyarakat, dan dunia usaha dapat memutus rantai kekeringan di Tuban dan Bojonegoro secara bertahap. “Dengan begitu, daerah yang selama ini menjadi langganan krisis air bisa mandiri dan tak lagi bergantung pada bantuan tangki air,” tegas Ony. (caa)



