Pemerintah justru dituntut memastikan berbagai kebutuhan sudah tersedia sebelum masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip: lebih baik lebih daripada kurang, jadi kita siap sebelum kejadian,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena ancaman bencana di Indonesia tidak mengenal satu musim atau satu wilayah.
Aktivitas gunung api, gempa, dan kebakaran hutan dapat muncul dengan karakter serta dampak yang berbeda.
Karena itu, mitigasi membutuhkan perencanaan jangka panjang.
Bukan sekadar menambah anggaran ketika bencana kembali menjadi perhatian publik.
Prabowo menegaskan pemerintah harus bergerak lebih awal.













