“Kami ingin PKKMB ini meninggalkan kesan yang positif bagi mahasiswa baru. Mereka tidak hanya mendapatkan materi tentang kehidupan kampus, tetapi juga merasakan kebersamaan, kekeluargaan, kreativitas, dan kepedulian sosial. Cosplay ini menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan antara mahasiswa dengan panitia maupun jajaran manajemen,” ungkapnya.
Menurutnya, berakhirnya PKKMB justru menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan perkuliahan.
“Setelah PKKMB selesai, justru perjalanan sebagai mahasiswa UMAHA baru dimulai. Kami berharap mahasiswa aktif mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik, berani berprestasi, membangun jejaring, dan tetap menjaga adab serta karakter yang menjadi bagian penting dari tema PKKMB tahun ini,” tuturnya.
Rangkaian penutupan kemudian berlanjut ke mini konser. Mahasiswa baru bersama panitia dan civitas academica menikmati pertunjukan musik.
Mahasiswa ikut bernyanyi dan meramaikan suasana. Setelah beberapa hari mengikuti rangkaian pengenalan kampus, kegiatan tersebut menjadi penutup sebelum mereka benar-benar memasuki rutinitas perkuliahan.
Salah satu mahasiswa baru UMAHA, Naysha Citra Evriliana dari Program Studi D4 TLM Fakultas Ilmu Kesehatan, mengaku mendapat pengalaman berbeda selama mengikuti PKKMB.
“PKKMB di UMAHA sangat berkesan. Kami tidak hanya mendapatkan informasi tentang kampus, tetapi juga diajak untuk peduli kepada masyarakat, berani tampil, dan membangun kebersamaan dengan teman-teman. Apalagi pada penutupan ada cosplay dan mini konser, suasananya sangat seru,” ujar mahasiswa baru tersebut.
Penutupan PKKMB UMAHA 2026 pun menjadi akhir dari rangkaian orientasi sekaligus awal bagi mahasiswa baru menjalani kehidupan akademik.
Pesan yang dibawa tidak hanya soal prestasi. Ada kepedulian sosial, kreativitas, kebersamaan, serta karakter yang diharapkan ikut tumbuh selama menjadi mahasiswa UMAHA.(*)









