PAMDI Surabaya ingin para seniman, pemain keyboard, hingga artis mendapatkan rasa aman dan perlindungan ketika tampil. Mossodik menegaskan, pertunjukan dangdut harus dikemas secara tertib, aman dan tetap menjunjung etika.
“Kami ingin memperjuangkan bahwa musik dangdut itu aman, nyaman, dan berakhlak. Ini juga tergantung dari penyanyinya. Jika penampilannya kurang sopan, bisa mengundang hal negatif. Namun, jika penyanyinya menjaga etika, berpakaian santun, dan tampil bagus, penonton juga akan ikut santun,” ujarnya.
Selain itu, PAMDI Surabaya juga membidik regenerasi penyanyi dangdut muda. Mossodik berharap Surabaya mampu melahirkan talenta-talenta berkualitas yang dapat membawa nama daerah hingga tingkat nasional.
Di sisi lain, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan DPD PAMDI Jatim dan DPP PAMDI untuk memperjuangkan hak cipta serta hak para pencipta lagu dan pengarang aransemen.
“Kami di DPC akan berkoordinasi dengan DPD Jatim dan DPP Pusat untuk memperjuangkan hak cipta. Jangan sampai pencipta lagu atau pengarang aransemen dirugikan ketika karyanya dipopulerkan atau dicover oleh orang lain tanpa pengakuan dan hak yang layak,” paparnya.




