Cakrawala DaerahCakrawala NasionalPilihan Redaksi

Bukan Hotel, Ansor Jatim Usul Muktamar NU Digelar di Hutan

×

Bukan Hotel, Ansor Jatim Usul Muktamar NU Digelar di Hutan

Sebarkan artikel ini
Ketua Departemen Pemanfaatan Hutan Bidang Kehutanan PW GP Ansor Jawa Timur H. Misbakhul Munir, S.Hut.,
Ketua Departemen Pemanfaatan Hutan Bidang Kehutanan PW GP Ansor Jawa Timur H. Misbakhul Munir, S.Hut.,

Ia menilai desain penyelenggaraan Muktamar perlu terus dievaluasi. Jangan sampai konsentrasi peserta di lokasi-lokasi tertentu justru membuka ruang eksklusif yang berpotensi memengaruhi dinamika sebelum persidangan berlangsung.

“Muktamar harus menjadi ruang bagi lahirnya keputusan melalui musyawarah. Para muktamirin perlu memiliki kebebasan untuk berdialog dan menentukan sikap tanpa tekanan maupun pengondisian,” katanya.

Menurut dia, konsep lokasi terbuka bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ruang mobilisasi kepentingan maupun transaksi politik yang mungkin muncul di sekitar forum.

“Kita perlu menciptakan desain Muktamar yang memperbesar ruang dialog dan mempersempit ruang transaksi,” tegasnya.

Dengan kata lain, hutan yang ditawarkan bukan hanya soal pepohonan dan udara segar. Ada pesan tentang bagaimana sebuah forum besar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu seharusnya dirancang.

Munir bahkan membayangkan suasana Muktamar yang berbeda dari biasanya.
Ribuan peserta berkumpul di kawasan hijau.

Pagi dimulai dengan udara segar, siang digunakan untuk membahas masa depan organisasi, sementara waktu senggang diisi dengan berjalan di alam dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

“Bayangkan para muktamirin bermusyawarah di tengah hutan. Pagi menikmati udara segar, siang berdiskusi tentang masa depan NU, dan pada waktu senggang mereka bisa berjalan di alam. Ada suasana batin yang berbeda,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *