“Percuma kita kerja berangkat pagi pulang malam mencari uang banyak, tetapi keluarga kita berantakan dan tidak bahagia. Anak butuh tempat curhat dan tempat diskusi. Ketika itu terjadi, maka keluarga di Surabaya akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ungkap Eri.
Menurutnya, anak tidak hanya membutuhkan kebutuhan materi, tetapi juga sosok yang bisa menjadi tempat bercerita, berdiskusi, dan mendapatkan rasa aman.
Karena itu, ayah diharapkan hadir bukan sekadar secara fisik, tetapi juga dalam membangun kedekatan emosional dengan anak.
Eri menegaskan, figur ayah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak. Bagi anak laki-laki, ayah menjadi panutan dalam belajar mengenai tanggung jawab, kemandirian, komitmen, serta keberanian menghadapi kehidupan.
Sementara bagi anak perempuan, Eri menyebut ayah sebagai sosok penting dalam membentuk cara pandang anak terhadap hubungan dan pasangan di masa depan.













