Selama periode libur panjang tersebut, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi titik dengan jumlah pelanggan tertinggi di wilayah Daop 8 Surabaya.
Tercatat sebanyak 52.900 pelanggan menggunakan stasiun tersebut, terdiri dari 29.162 pelanggan berangkat dan 23.738 pelanggan tiba.
Di posisi berikutnya, Stasiun Surabaya Pasar Turi mencatat 48.922 pelanggan. Rinciannya, 25.386 pelanggan berangkat dan 23.536 pelanggan tiba.
Sementara itu, Stasiun Malang melayani 31.015 pelanggan, dengan 15.055 pelanggan berangkat dan 15.960 pelanggan tiba.
Mahendro menilai tingginya mobilitas pelanggan selama periode HUT RI menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi antarkota.
“Meningkatnya mobilitas pelanggan menjadi bukti bahwa masyarakat semakin mempercayakan perjalanan antarkota kepada kereta api, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga. KAI terus berupaya menghadirkan perjalanan yang tidak sekadar mengantarkan pelanggan sampai tujuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tambah Mahendro.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat untuk bepergian cenderung meningkat ketika memasuki momentum libur panjang. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KAI untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga di tengah tingginya jumlah pelanggan.
KAI Daop 8 Surabaya pun mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai kemudahan layanan yang tersedia untuk merencanakan perjalanan. Dengan konektivitas antarkota yang terus dikembangkan, kereta api diharapkan semakin mampu menunjang mobilitas masyarakat secara praktis dan efisien. (s)













