“Nanti yang pasti daerah Simo Kalangan. Yang kedua di Tanjungsari. Yang ketiga di Margorejo. Yang ketiga di Jemursari. Yang kelima, di Jemursari gabungan ya, sampai Tugu AWS ya, terus sampai ke mana itu, SMA 14 ya, Nah itu, ya itu yang kita kerjakan,” papar Eri.
Eri menegaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan dapat lebih terarah dan hasilnya bisa diukur. Pemkot Surabaya ingin memastikan titik-titik yang telah dikerjakan benar-benar mengalami pengurangan genangan.
Sebelumnya, Eri juga menyampaikan bahwa penanganan genangan menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Surabaya. Bahkan, anggaran yang disiapkan untuk sektor tersebut diproyeksikan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Selain persoalan genangan, pembangunan infrastruktur jalan juga tetap masuk dalam agenda Pemkot Surabaya.













