Selain itu adanya variasi respon anak dari total informan, tidak semuanya latah mengunggah ulang tarian tersebut. Sebagian anak memilih aktif menirukan hingga mengunggah video, sementara sebagian lainnya sekadar menjadi penikmat hiburan karena merasa malu atau menganggap tarian tersebut berlebihan.
Motivasi Utama Hiburan karena Gen Alpha melakukan tren ini bukan semata-mata demi mengejar popularitas atau menjadi content creator profesional, melainkan murni sebagai sarana hiburan dan interaksi kawan sebaya.
Melalui hasil penelitiannya, Leni berharap masyarakat, orang tua, maupun pendidik tidak terburu-buru memberikan stereotip atau menghakimi (men-judge) perilaku media anak-anak tanpa memahami makna mendalam di baliknya.
“Harapan saya, jangan langsung terburu-buru menghakimi bahwa tren itu negatif tanpa tahu meaning mendalam dari maksud anak-anak tersebut. Perkembangan dunia digital menuntut kita dari lintas generasi untuk lebih adaptif dan tidak ‘kudet’, agar komunikasi antara orang tua dan anak bisa terus bersinergi,” pungkas Leni. (s)




