Ia menambahkan bahwa dosen perlu membangun budaya akademik yang berkelanjutan, terutama dalam melakukan penelitian dan menghasilkan publikasi ilmiah. Dengan demikian, publikasi tidak dilakukan hanya ketika akan mengajukan kenaikan jabatan, tetapi menjadi bagian dari rutinitas akademik dosen.
“Jangan menunggu saat akan mengajukan JAD baru mulai mencari publikasi. Produktivitas penelitian dan publikasi harus direncanakan sejak awal. Ketika rekam jejak akademik sudah dibangun secara konsisten, proses pengajuan jabatan akademik akan menjadi lebih terukur dan tidak terasa berat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur SDM UMAHA, Ir. Nurul Aziza, S.T., M.T., memberikan pendampingan terkait Sistem Informasi Kinerja Dosen, khususnya mengenai pentingnya pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) dan rekam aktivitas akademik melalui SISTER.
Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas dosen yang berkaitan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi harus terdokumentasi dan terekam dengan baik dalam sistem.
“Kinerja dosen tidak cukup hanya dilihat dari status BKD yang ‘memenuhi’. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh aktivitas dosen selama menjalankan tridharma perguruan tinggi benar-benar tercatat dan terdokumentasi dalam SISTER,” tegas Ir. Nurul Aziza.
Menurutnya, pelaporan BKD harus menjadi bagian dari budaya tertib administrasi akademik. Dosen perlu memastikan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan penunjang lainnya memiliki bukti dan rekam data yang dapat dipertanggungjawabkan.







