“Di tengah persaingan dan kompetisi, kita harus tetap bersatu. Karapan Sapi ini mengajarkan tentang kerja keras, keberanian, dan kehormatan yang menjadi karakter masyarakat Madura di mana pun berada,” tegasnya.
AHY juga menyoroti manfaat ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan Karapan Sapi. Menurutnya, agenda budaya seperti ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, ia berharap tradisi Karapan Sapi terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai aset budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Gelaran Karapan Sapi Piala AHY turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, pengurus Paguyuban Pemelihara Karapan Sapi se-Madura (Pakar Sakera), tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus Partai Demokrat dari tingkat DPP, DPD, hingga DPC. (caa)



