Saat meninjau kawasan, AHY bahkan memastikan langsung pasokan air bersih dengan membuka keran di salah satu rumah warga. Ia mengaku terkesan melihat perubahan signifikan yang terjadi setelah penataan kawasan.
“Foto sebelum dan sesudahnya menunjukkan perubahan yang sangat besar. Bukan hanya rumahnya yang berubah, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukungnya tertata rapi sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman,” ungkapnya.
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan DAK TPKT 2025. Selain Gresik, program serupa dijalankan di Kabupaten Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah berharap keberhasilan penataan kawasan di Desa Campurejo dapat menjadi model nasional bagi revitalisasi kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir. Perbaikan kualitas permukiman diharapkan tidak hanya meningkatkan taraf hidup masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan pelaku usaha mikro.
“Saya berharap kawasan ini dijaga dengan baik. Kebersihan, ketertiban, dan keindahannya harus terus dipertahankan agar menjadi contoh bagi penataan kawasan kumuh di daerah lain,” tutup AHY. (caa)



