Selain menjadi sarana pembinaan atlet muda, Achmad menilai program ekstrakurikuler esport juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi mantan atlet maupun pelatih esport di Surabaya.
“Dengan adanya ekskul esport diharapkan dapat menjadi alternatif lapangan pekerjaan baru bagi mantan atlet atau pelatih esport di Kota Surabaya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja di sektor informal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap esport di Surabaya terus meningkat.
Hal itu terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai turnamen yang digelar ESI Kota Surabaya, termasuk ajang Piala Wali Kota Surabaya.
“Antusiasme peserta di berbagai event yang diselenggarakan ESI Kota Surabaya sangat tinggi, termasuk Piala Wali Kota. Ini menunjukkan bahwa esport memiliki potensi besar jika dibina secara tepat,” pungkasnya.












