Selain memperluas Program MagangHub, Kementerian Ketenagakerjaan juga memperkuat pelatihan vokasi yang menyesuaikan kebutuhan dunia usaha.
Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah pengelola KEK dan pelaku industri menyampaikan kesulitan mendapatkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan lisensi sesuai standar operasional.
Menanggapi kondisi itu, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) akan mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan industri atau demand-driven.
“Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK,” tegas Yassierli.
Sebagai bentuk implementasi, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bersama seluruh Balai Latihan Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLK UPTD) akan menjadi ujung tombak penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Menurut Yassierli, BPVP Lombok Timur memiliki keunggulan pada bidang pariwisata dan hospitality yang sejalan dengan perkembangan kawasan KEK Mandalika.
“BPVP Lombok Timur sendiri memiliki keunggulan utama di bidang kejuruan pariwisata dan hospitality, serta kejuruan adaptif lainnya yang relevan dengan perkembangan kawasan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan vokasi, Kemnaker berharap penyerapan tenaga kerja lokal terus meningkat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan investasi di KEK Mandalika.












