Surabaya, CakrawalaNews.co | Presiden RI Prabowo Subianto akan meluncurkan secara resmi bahan bakar minyak (BBM) B50 pada Kamis 9 Juli 2026. BBM B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen BBM jenis solar.
“Peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1-2 minggu ke depan. Kalau tidak salah rencananya tanggal 9, nanti bisa dikonfirmasi ulang,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari dalam keterangannya
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel untuk periode Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter + ongkos angkut.
Perhitungan HIP biodiesel mengacu pada formula (Harga CPO KPB rata-rata + US$ 85 per ton) x 870 kg/m3 + ongkos angkut.
Harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) KPB periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026 sebesar Rp15.217 per kg. Nilai konversi bahan baku biodiesel ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton, sedangkan faktor konversi dari kilogram ke liter sebesar 870 kg/m3.
Adapun besaran ongkos angkut mengikuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025, sedangkan kurs yang digunakan mengacu pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 Mei-24 Juni 2026 sebesar Rp17.895 per US$.
Karakteristik dan Dampaknya pada Kendaraan
Karena memiliki kandungan minyak sawit yang cukup tinggi (setengah dari total volume bahan bakar), B50 memiliki beberapa karakteristik unik yang perlu dipahami oleh pengguna mesin diesel:
Pembakaran Lebih Bersih: Karakteristik FAME yang kaya oksigen alami membuat proses pembakaran di dalam ruang mesin menjadi lebih sempurna.
Dampaknya, emisi gas buang seperti asap hitam (particulate matter), karbon monoksida (CO), dan hidrokarbon menjadi lebih rendah.
Soal Efek Pembersihan (Solvent Effect)
Biodiesel memiliki sifat melarutkan kotoran atau endapan yang ada di dalam tangki bahan bakar. Bagi kendaraan lama yang baru pertama kali beralih ke biodiesel kadar tinggi, filter solar biasanya akan lebih cepat kotor di awal karena rontokan endapan tersebut.
Nilai Kalor Sedikit Lebih Rendah: Energi per liter yang dihasilkan biodiesel sedikit di bawah solar fosil. Hasil uji teknis menunjukkan adanya potensi penurunan tenaga mesin sekitar 5% hingga 10%, serta konsumsi bahan bakar yang cenderung naik tipis (sekitar 1% hingga 3%) untuk menghasilkan daya yang sama.
Sifat Higroskopis (Mudah Menyerap Air): Formula B50 cenderung lebih mudah mengikat kelembapan/air dari udara luar jika disimpan terlalu lama tanpa adanya rotasi atau sirkulasi stok yang baik.












