Deklarasi tersebut menjadi landasan bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk membuka ruang kerja sama antarpemerintah daerah dan lembaga legislatif. “Kami berharap dapat mewujudkan MoU antara badan legislatif Kota St. Petersburg dan DPRD Jawa Timur sebagai bagian dari implementasi kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, menyambut positif kunjungan delegasi Rusia tersebut. Ia menilai penjajakan kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan dan mempererat hubungan antarwilayah melalui jalur parlemen daerah.
Menurut Musyafak, salah satu aspek yang menarik untuk dikembangkan adalah pertukaran budaya antara Jawa Timur dan St. Petersburg. Ia menilai kedua kota memiliki kesamaan nilai historis yang kuat sebagai kota yang sarat dengan semangat kepahlawanan.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan delegasi Saint Petersburg. Apa yang diinginkan oleh tamu kami adalah kerja sama antara DPR Rusia dengan DPRD Provinsi Jawa Timur terkait pertukaran budaya. Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki kemiripan dengan Saint Petersburg yang juga memiliki sejarah heroik yang kuat di Rusia,” ungkapnya.
Politisi asal fraksi PKB ini menegaskan, bahwa kerja sama legislatif tidak hanya terbatas pada hubungan seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dalam bidang legislasi, pengawasan, serta pelaksanaan fungsi-fungsi parlemen.
Ia menilai penting bagi DPRD Jawa Timur untuk mempelajari berbagai praktik pemerintahan dan legislasi yang diterapkan di Rusia, sekaligus memperkenalkan sistem pemerintahan daerah yang berlaku di Indonesia.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling bertukar pikiran mengenai berbagai bentuk kerja sama yang positif, baik dari sisi legislasi, pengawasan maupun fungsi DPR secara umum. Dengan demikian masing-masing pihak dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru,” ujarnya.












