Berita UtamaCakrawala BirokrasiCakrawala JatimCakrawala SurabayaPeristiwa

Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Perketat Pengawasan Hewan Kurban, 61 Lapak Sudah Diperiksa

×

Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Perketat Pengawasan Hewan Kurban, 61 Lapak Sudah Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026
Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Menurut Widyaswendra, total tenaga medis yang diterjunkan dalam pengawasan hewan kurban di Surabaya mencapai sekitar 190 orang. Tahun lalu, Pelindo juga terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan juru sembelih halal bersertifikasi, sementara tahun ini fokus pada pengawasan hewan kurban bersama dokter hewan dan pemerintah daerah.

“Pengawasan dilakukan di berbagai terminal Pelindo, namun Surabaya menjadi salah satu wilayah terbesar karena tingginya aktivitas penjualan hewan kurban,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian, Edy Budi Susila, mengatakan, Pusvetma memiliki peran penting sebagai laboratorium rujukan nasional untuk penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurutnya, peran Pusvetma berada di sektor hulu, yakni memastikan ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban telah melalui proses vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Vaksin PMK yang digunakan peternak di berbagai daerah diproduksi langsung oleh Pusvetma. Karena itu, Surabaya memiliki peran penting secara nasional dalam pengendalian penyakit hewan ternak,” kata Edy.

Selain memproduksi vaksin, Pusvetma juga memastikan ternak yang dilalulintaskan ke berbagai daerah telah memenuhi persyaratan kesehatan. Setiap ternak yang masuk ke Surabaya harus melalui pemeriksaan, termasuk tes PCR untuk mendeteksi penyakit strategis seperti PMK, LSD, dan penyakit menular lainnya.

“Setelah dinyatakan sehat, peternak akan memperoleh sertifikat kesehatan hewan yang menjadi syarat distribusi ternak ke daerah tujuan, termasuk Surabaya,” terangnya.

Secara nasional, pemerintah menyiapkan sekitar 4 juta dosis vaksin PMK, di luar kebutuhan vaksin mandiri dari sektor swasta. Jawa Timur menjadi daerah dengan kebutuhan vaksin terbesar karena memiliki populasi ternak tertinggi secara nasional.

“Dari total 4 juta dosis vaksin PMK nasional, sekitar 1,5 juta dosis dialokasikan untuk Jawa Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *