Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya bersama kontraktor menggunakan sistem kerja berbasis teknologi agar proyek lebih cepat dan efisien.
“Saya tanya tadi, cara pelaksanaannya bagaimana? Ternyata metodenya masih tradisional,” ujarnya.
Eri menargetkan proyek bozem itu rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan sehingga dampaknya sudah bisa dirasakan warga saat musim hujan akhir tahun nanti.
“Saya minta di bulan November nanti, saat hujan turun, daerah Tanjungsari hingga Simorejo Sari 1A dan 1B sudah tidak boleh ada banjir lagi,” pungkasnya.












