Program promo tiker masuk wisata ini mencakup sejumlah destinasi unggulan, seperti Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Museum 10 November, Wisata Perahu Kalimas, hingga Kebun Raya Mangrove (KRM).
Untuk memudahkan akses, masyarakat dapat melakukan pembelian tiket secara daring melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id. Sementara itu, untuk destinasi seperti Kebun Raya Mangrove, pembelian tiket juga dapat dilakukan langsung di lokasi (on the spot) dengan kuota terbatas.
Khusus Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, tiket promo dipatok Rp733 bagi 25 pengunjung pertama setiap akhir pekan dan hari libur. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wisata edukasi lingkungan yang kian diminati masyarakat.

Dari sisi ekonomi, HJKS ke-733 ditargetkan mampu mendorong perputaran ekonomi khususnya di sektor pariwisata dan budaya. Dampak lanjutan yang diharapkan antara lain peningkatan okupansi hotel serta lonjakan kunjungan wisatawan. Pemkot Surabaya juga menyediakan ruang khusus bagi UMKM dalam event-event besar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Untuk memperluas jangkauan promosi dan aksesibilitas, kolaborasi strategis dijalin bersama Grab, Bluebird Group, serta Kereta Api Indonesia. Seluruh agenda dapat diakses melalui kanal resmi Pemkot Surabaya, memperkuat integrasi informasi bagi wisatawan,” terang Herry.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menilai potensi peningkatan kunjungan wisatawan pada Mei 2026 cukup besar. Optimisme tersebut didorong padatnya rangkaian agenda HJKS, kehadiran dua event berlabel KEN, serta momentum libur panjang.
“Sebagai perbandingan, pada Mei 2025 lalu tercatat kenaikan kunjungan ke destinasi wisata sebesar 12,5 persen serta peningkatan okupansi hotel sebesar 4 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Farah.
Menurut dia, pendekatan penyelenggaraan HJKS yang semakin terintegrasi dan inovatif, menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Surabaya sebagai kota modern yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di sektor pariwisata berbasis event.
“Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi, kami berharap perayaan HJKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai event berskala nasional hingga internasional,” pungkasnya. (ADV)












