“Saya tidak ingin ada tawuran. Porprov adalah tentang sportivitas. Senior harus memberikan contoh bagi yang muda. Kita ingin menunjukkan bahwa Surabaya adalah contoh pelaksanaan Porprov yang tertib dan sportif,” imbuhnya.
Menyadari risiko cedera dalam olahraga, Pemkot Surabaya bersama KONI juga telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah rumah sakit, seperti RS Ubaya dan RS Al-Irsyad. Kerja sama ini, dilakukan untuk memastikan atlet mendapatkan penanganan medis di IGD khusus tanpa harus memusingkan kendala biaya.
“Jadi kalau dalam pertandingan nanti, ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi bisa langsung tertangani oleh rumah sakit dan tidak perlu memikirkan biaya dari mana. Kami akan jalin kerja sama ini, supaya cepat mendapatkan pertolongan (apabila atlet mengalami cidera),” paparnya.
Ke depan, Wali Kota Eri juga meminta agar forum silaturahmi dengan pimpinan Cabor dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan setiap atlet secara personal. “Kami akan terus melakukan koordinasi untuk mempersiapkan semuanya,” tandasnya.












