Lebih lanjut, ia mendorong adanya penguatan fasilitas pendukung di layanan publik agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap fasilitas pelayanan publik benar-benar inklusif, sehingga masyarakat penyandang disabilitas bisa mendapatkan layanan secara optimal,” tegasnya.
Selain isu layanan kesehatan, dalam audiensi tersebut juga disampaikan pentingnya memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan kesetaraan di berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Arif Fathoni juga berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan layanan yang lebih inklusif.












