Menurut Eri Cahyadi, kehadiran ASN secara langsung di tingkat RW merupakan strategi untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala dalam penyelesaian persoalan masyarakat. Dengan pola ini, berbagai kebutuhan warga, baik yang berkaitan dengan fasilitas umum, pelayanan dasar, hingga persoalan sosial ekonomi, dapat direspons secara langsung tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.
Lebih lanjut, Program Kampung Pancasila dirancang sebagai pendekatan terintegrasi berbasis wilayah yang mencakup empat sektor utama, yaitu lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan, dan sosial budaya.
Keempat sektor ini menjadi kerangka kerja dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan di tingkat akar rumput secara komprehensif.
Salah satu fokus utama program ini adalah pembenahan dan validasi data kesejahteraan masyarakat. Pemkot Surabaya menilai masih terdapat ketidaksesuaian data, baik warga yang belum terdata maupun yang seharusnya sudah tidak lagi masuk kategori penerima bantuan. Melalui pendampingan ASN, proses verifikasi di tingkat RW diharapkan menjadi lebih akurat dan berkelanjutan.












