“Kami ingin pergerakan ekonomi ini merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Eri.
Berkaca dari penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 9.000 pelari, dampak terhadap okupansi hotel dan aktivitas wisata terbukti meningkat. Hal ini menjadi dasar optimisme bahwa target tahun ini dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui.
Sementara itu, Direktur PT Wings Surya, Rebecca Tanoyo, menyebut Surabaya memiliki keunggulan sebagai kota penyelenggara event lari besar, terutama karena dukungan komunitas yang aktif dan posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur.
Dengan pendekatan tersebut, ISOPLUS Marathon 2026 diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru berbasis sport tourism di Kota Surabaya.



