Yassierli juga menekankan bahwa perubahan paradigma ini penting untuk menghilangkan stigma bahwa pengawasan merupakan beban bagi organisasi. Ia menegaskan bahwa pengawasan seharusnya menjadi bagian integral dari tata kelola pemerintahan yang baik, yang berfungsi memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan, efektif, dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa indikator keberhasilan pengawasan tidak lagi relevan jika hanya diukur dari jumlah temuan. Sebaliknya, keberhasilan harus dilihat dari sejauh mana sistem pengawasan mampu mencegah terjadinya pelanggaran. Dengan kata lain, semakin sedikit masalah yang muncul karena telah diantisipasi sejak awal, maka semakin efektif peran pengawasan tersebut.
Untuk mendukung transformasi ini, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek yang ditekankan. Yassierli mendorong penggunaan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen utama dalam membangun sistem pengawasan modern.












