Bogor, cakrawalanews.co | Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pengawasan internal di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan harus bertransformasi dari pendekatan reaktif menjadi preventif. Penekanan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemnaker Tahun 2026 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026) malam.
Dalam arahannya, Yassierli menilai bahwa pola pengawasan yang selama ini berjalan cenderung berfokus pada pemeriksaan setelah terjadinya masalah. Kondisi ini dinilai kurang efektif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program, karena potensi penyimpangan baru teridentifikasi ketika dampaknya sudah muncul. Oleh karena itu, ia mendorong agar Inspektorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan mengambil peran lebih strategis dengan mengedepankan deteksi dini terhadap risiko.
Menurutnya, pengawasan internal perlu diposisikan sebagai sistem peringatan awal yang mampu membaca potensi kerawanan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.
Dengan pendekatan tersebut, setiap unit kerja di lingkungan Kemnaker dapat memperoleh pendampingan yang lebih konstruktif, sehingga kesalahan administratif maupun potensi penyimpangan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.













