“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional,” katanya.
Pada tahap awal, program BISA Bareng TikTok diikuti 1.400 peserta, terdiri dari 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari instruktur pemerintah dan swasta, tim humas Kemnaker, hingga masyarakat umum seperti pelaku UMKM, calon kreator, affiliator, dan pencari kerja.
Materi pelatihan difokuskan pada dua bidang utama, yakni TikTok Live Streaming Host dan Content Commerce Talent Development. Metode pelatihan mengedepankan praktik langsung melalui workshop hands-on dan learning by doing agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan strategi konten dan pemasaran digital secara nyata.
Selain itu, program ini juga menyiapkan skema training of trainers (ToT) bagi para instruktur. Mereka nantinya akan menjadi pengajar di berbagai balai pelatihan untuk memperluas jangkauan program.
“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” ujar Yassierli.
Kemnaker menargetkan program ini mampu mencetak hingga 100.000 alumni dalam satu tahun. Target tersebut diarahkan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat kewirausahaan berbasis digital di berbagai daerah.













