Pelatihan ini dirancang berlangsung selama 140 jam dengan materi yang mencakup kemampuan teknis, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter. Peserta tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga aktif memahami dan mengaplikasikan setiap materi yang diberikan oleh instruktur.
“Apa yang diajarkan instruktur adalah bekal utama. Bukan untuk dihafal, tapi untuk diterapkan di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa satuan pengamanan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja, meskipun dengan kewenangan terbatas. Oleh karena itu, kemampuan teknis harus diimbangi dengan sikap profesional dalam menjalankan tugas.
Aspek sikap atau attitude juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. Menurut AKBP Metta, profesionalisme seorang satpam tidak hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga dari cara bersikap dan berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan kerja.



