“Jangan sampai pasien putus obat. Itu justru berbahaya karena bisa memicu resistensi. Maka pendampingan dan pengawasan harus diperkuat,” tandasnya.
Lebih jauh, ia berharap momentum tingginya angka kasus ini menjadi titik balik bagi pemerintah untuk mempercepat upaya eliminasi TBC, sejalan dengan target nasional.
“Ini harus jadi alarm bagi kita semua. Jangan sampai TBC terus menjadi beban kesehatan yang berkepanjangan di Indonesia,” pungkasnya. (caa)













