Malang, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kota Malang memutuskan untuk memindahkan lokasi rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang semula direncanakan di wilayah Buring ke kawasan Arjowinangun.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, menjelaskan bahwa penetapan lahan di Arjowinangun ini dilakukan sebagai langkah pengganti dari lokasi sebelumnya pada hari Selasa, 7 April 2026.
Subkhan menyebutkan bahwa langkah pemindahan ini terpaksa diambil lantaran adanya kendala serius terkait status hukum dan peruntukan lahan di lokasi awal.
Lahan yang sebelumnya direncanakan di wilayah Buring ternyata berstatus sebagai lahan hijau, sehingga secara regulasi tidak diperbolehkan ada pembangunan gedung atau konstruksi permanen di atasnya.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Malang harus segera bergerak cepat mencari alternatif lahan lain guna memastikan kebutuhan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tetap berjalan.
“Arjowinangun luasannya lima koma sekian hektare. Kalau yang di Buring memang lebih luas, kalau tidak salah 8,9 hektare, tetapi kan lahan hijau,” kata Subkhan di Kota Malang.
Terkait kapan realisasi pembangunan akan dimulai, Subkhan menerangkan bahwa pihak daerah saat ini masih menunggu keputusan dan instruksi resmi dari pemerintah pusat.
Rencananya, proses pengerjaan fisik bangunan akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara operasional lembaga tersebut berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos).
Sedangkan untuk aspek kurikulum dan sistem pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut, kewenangannya akan diatur sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Jadi ada kolaborasi dari pemerintah pusat,” ucap Subkhan menjelaskan skema sinergi antarlembaga tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, mengonfirmasi bahwa syarat administrasi perpindahan lokasi telah dikirimkan ke pusat.
Gedung permanen ini nantinya dirancang memiliki spesifikasi daya tampung hingga 1.000 murid yang mencakup jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Hingga saat ini, aktivitas belajar mengajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 masih menumpang di Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jalan Tlogowaru, dengan total 100 pelajar.
Terdapat empat kelas yang saat ini beroperasi secara aktif, di mana masing-masing kelas tersebut diisi oleh sebanyak 25 pelajar.(wa/ar)



