Tulungagung, Cakrawalanews.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Jawa Timur, menangani dua titik longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, yang terjadi usai hujan deras pada hari Kamis, 2 April 2026.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto, di Tulungagung, pada hari Jumat, 3 April 2026, mengatakan petugas langsung melakukan asesmen, pembersihan material, serta langkah mitigasi untuk mencegah longsor susulan.
“Petugas bersama warga sudah melakukan pembersihan material longsor dan melakukan penanganan di lokasi terdampak,” katanya.
Longsor pertama terjadi di tebing pembuangan tanah uruk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dusun Krajan dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 50 meter.
Lokasi ini dilaporkan tidak berdampak pada permukiman warga setempat.
Sementara itu, longsor kedua terjadi di tebing setinggi sekitar 15 meter yang menimpa rumah milik Sugiono, sehingga menyebabkan dinding rumah jebol sepanjang sekitar 4 meter dengan tinggi 2,5 meter.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena penghuni rumah sempat menyelamatkan diri sebelum material menimpa bangunan.
Menurut Teguh Abianto, hujan deras dengan intensitas tinggi serta kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah tersebut.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, petugas memasang terpal pada tebing pembuangan tanah uruk untuk mengurangi resapan air dan mencegah longsor susulan.
“Kami pasang terpal untuk menahan air agar tidak memicu longsor susulan yang berpotensi membahayakan warga,” ujarnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah perbukitan.(wa/ar)












