Cakrawalanews.co.!Munculnya 13 bakal calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026–2030 dinilai mencerminkan semakin terbukanya ruang demokrasi di lingkungan kampus. Banyaknya akademisi yang maju dalam proses penjaringan disebut sebagai indikasi meningkatnya partisipasi sivitas akademika dalam menentukan arah kepemimpinan UINSA mendatang.
Salah satu bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum, menilai kemunculan banyak kandidat menunjukkan terbukanya ruang publik di lingkungan akademik untuk berkontribusi dalam memajukan kampus. “Untuk periode kepemimpinan mendatang, saya berharap suasana akademik di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya ini bisa lebih rukun, damai, humanis, dan membahagiakan bagi seluruh sivitas akademika,” kata Kurjum saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Kurjum, peluang pencalonan rektor pada periode ini relatif terbuka sehingga mendorong banyak akademisi ikut berpartisipasi dalam proses kepemimpinan kampus. Ia menilai terbukanya ruang publik di lingkungan kampus juga dipengaruhi oleh melemahnya tingkat kepercayaan sebagian sivitas akademika terhadap kepemimpinan yang berjalan saat ini.
“Lemahnya kepercayaan terhadap kepemimpinan yang ada sekarang membuat ruang publik semakin terbuka. Siapapun kemudian merasa memiliki kesempatan untuk berkiprah memajukan UINSA ke depan,” ujarnya.
Kurjum juga menyoroti kondisi hubungan internal di lingkungan kampus yang menurutnya masih perlu diperbaiki karena komunikasi antarpihak dalam sivitas akademika dinilai belum berjalan optimal. “Yang terasa sekarang adalah hubungan personal yang sangat lemah di antara sivitas akademika UINSA.












