Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, resmi membuka posko pengaduan bagi pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya mereka yang saat ini berada di negara-negara kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik bersenjata. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap kekhawatiran keluarga pekerja migran menyusul meningkatnya tensi peperangan di wilayah tersebut.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa pembukaan posko ini berawal dari adanya aduan keluarga serta laporan langsung dari para pekerja di lapangan.
“Pertama, kami mendapatkan pengaduan langsung melalui media sosial TikTok dari seorang pekerja migran di negara Oman. Yang bersangkutan meminta perlindungan dan ingin cepat kembali ke Indonesia,” kata Bupati Rio kepada wartawan di Situbondo pada Kamis, 5 Maret 2026.
Sejak eskalasi konflik terjadi, tercatat sudah ada tiga pekerja migran asal Situbondo yang mengajukan permohonan bantuan untuk segera dipulangkan ke tanah air. Guna mempercepat penanganan, Bupati Rio telah menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk mengoperasikan posko pengaduan baik secara daring maupun luring demi memudahkan akses komunikasi bagi keluarga PMI.
Selain membuka kanal pengaduan, pemerintah daerah juga aktif melakukan koordinasi diplomatik dengan pihak-pihak terkait, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Oman. “Kami terus berupaya membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti KJRI, dan besok saya juga akan bertemu dengan Menteri P2MI,” ujar Rio menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi langsung dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.( wa/at)












